Istirahatlah Kata Kata Film

81

Halo mocoers!

Balik lagi dengan saya drijisiji,kali ini saya akan membahas salah satu film yang baru saja saya lihat beberapa hari yang lalu. Yak ” Istirahatlah Kata-kata ” Wiji Thukul karya dari sutradara Yosep Anggi Noen. Saya sangat suka dengan film-film nya mas anggi ini,dulu yang pernah saya lihat “Vakansi yang janggal dan penyakit lainnya“. Saya cukup penasaran dengan film ini,saya tidak akan menjelaskan tentang cerita,karena jujur saya bukan penyuka politik, tetapi saya tau banyak puisi wiji thukul dari waktu saya SMA. Sangat penasaran dengan gaya visual yang akan diberikan mas anggi di film ini. Simak dulu trailer videonya sebelum saya lanjut.

Dari pertama kali saya duduk dibioskop dan melihat dari awal film ini saya sudah kagum dengan cara mas anggi menterjemahkan ceritanya ke dalam bentuk audio visual ini. Mungkin karena saya pernah beberapa kali melihat theatrical panggung,saya cukup terkesima dengan permainan visualnya dan sangat-sangat terpesona dengan audionya. Jujur saya bukan orang yang ngerti dunia sinematografi seperti apa,tapi untuk orang yang biasa biasa aja saya takjub dengan gaya visualnya. Simple yet beautifull.

Ada beberapa adegan yang membuat saya tak habis pikir,makan apa mas anggi ini ampe bisa membuat film seperti ini?? saya mau mas belajar!!

Apa guna punya ilmu tinggi kalau hanya untuk mengibuli, apa guna banyak baca buku kalau mulut kau bungkam melulu

Dari segi cerita yang diangkat adalah ketika pelarian wiji thukul ke kalimantan. Dalam penerjemahan ke bentuk visual ini yang paling suka adalah framing-framing yang membuat saya merasa melihat panggung,penataan gambar,blocking,audio berasa sangat menyatu disini. Ada dua scene yang membuat saya kagum, pertama waktu wiji thukul,martin dan thomas sedang di warung kopi. Diperlihatkan dalam satu angle yang tak berubah dengan penempatan blocking dan audio yang menurut saya luar biasa. Terlihat warung kopi disebelah kanan bawah,dan disisi lainnya terdapat jalan dan sungai kapuas dimana itu seperti melihat set panggung yang ditata sedemikian rupa untuk penonton saksikan film tersebut. Scene yang kedua adalah scene terakhir memperlihatkan Sipon panggilan wiji thukul untuk istrinya,memperlihatkan sipon yang menangis dengan pengambilan satu angle saja sampai benar benar habis. Dari segi akting memang luar biasa semua para pemainnya Gunawan Maryanto, Marissa Anita. Saya berasa melihat film panggung dalam sinema.

Kesimpulannya film ini sangat rekomendasi dari segi apapun menurut saya,dan wajib nonton! dari segi cerita,audio dan visual saya sangat suka. Buat mas anggi terima kasih sudah membuat film ini ditengah hiruk pikuk keabsurdan negeri ini,saya sedikit merasa terhibur.

 

salam driji!!!

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.